Logo Bloomberg Technoz

RKAB 2026 Ngaret, Setoran PNBP Minerba Awal Tahun Ini Bisa Seret

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 January 2026 09:40

Kendaraan alat berat mengangkut hasil tambang./dok. Bloomberg
Kendaraan alat berat mengangkut hasil tambang./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mewaspadai turunnya setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada awal tahun ini.

Alasannya, penerbitan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 terlambat dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga akhirnya terdapat kebijakan relaksasi, yakni produksi maksimal 25% dari target produksi RKAB 2026 eksisting hingga 31 Maret 2026.

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono berpendapat, jika volume produksi dan penjualan menurun pada kuartal I-2026 ini, setoran PNBP dari sektor minerba juga berpotensi jeblok.


“Namun demikian, kita akan lihat kembali perkembangannya pada kuartal II-2026 dan seterusnya setelah ada kejelasan lebih lanjut setelah Kementerian ESDM memberikan persetujuannya terhadap RKAB para perusahaan tambang,” kata Sudirman ketika dihubungi, Kamis (8/1/2026).

Sebuah truk pengangkut membawa material yang harus disingkirkan untuk mengakses batu bara di tambang. Fotografer: Muhammad Fadli/Bloomberg

Produksi Nasional