Logo Bloomberg Technoz

RKAB 2026 Weda Bay Nickel Belum Terbit, Eramet Ikuti Arahan ESDM

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 January 2026 14:10

Mesin reclaimer roda ember menggali tanah di pabrik feronikel Eramet SA di Noumea, Kaledonia Baru./Bloomberg- Madelene Pearson
Mesin reclaimer roda ember menggali tanah di pabrik feronikel Eramet SA di Noumea, Kaledonia Baru./Bloomberg- Madelene Pearson

Bloomberg Technoz, Jakarta – Eramet Indonesia mengungkapkan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 tambang nikel milik PT Weda Bay Nickel masih belum diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perwakilan manajemen Eramet menyatakan proses persetujuan RKAB 2026 untuk Weda Bay Nickel masih berlangsung. Terkait dengan operasional tambang, korporasi asal Prancis itu menyatakan tambang nikel tersebut beroperasi sesuai arahan Kementerian ESDM.

Adapun, dalam hal ini perusahaan yang telah memiliki RKAB 2026 versi tiga tahunan dapat melakukan produksi maksimal 25% dari target produksi dalam RKAB 2026 tersebut hingga 31 Maret 2026.


“Sebagai pemegang saham minoritas di Weda Bay Nickel, Eramet memahami bahwa proses persetujuan RKAB 2026 untuk WBN masih berlangsung dan WBN  terus berkoordinasi dan mengikuti arahan dari Kementerian ESDM terkait  keberlanjutan produksi,” kata perwakilan manajemen Eramet, ketika dihubungi Rabu (7/1/2026).

“Eramet akan terus memantau perkembangannya,” tegasnya.