Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Bursa Saham Asia Jadi 'Lautan Hijau' Pagi Ini

Hidayat Setiaji
23 February 2026 09:27

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada awal perdagangan hari ini. Indeks bergerak searah dengan mayoritas bursa saham Asia.

Pada Senin (23/2/2026), IHSG berada di posisi 8.370,72 pada pukul 09:01 WIB. Menguat 1,2% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Penguatan IHSG senada dengan sejumlah bursa saham Asia yang menghijau. Indeks Straits Times (Singapura) naik 0,27%, KLCI (Malaysia) menguat 0,13%, PSEI (Filipina) terangkat 0,47%, Hang Seng (Hong Kong) melejit 2,35%, dan Kospi (Korea Selatan) terdongkrak 1,17%.


Perkembangan di Amerika Serikat (AS) menjadi angin segar bagi perekonomian Benua Kuning. Akhir pekan lalu, Mahkamah Agung AS memutuskan kebijakan tarif resiprokal yang digaungkan Presiden Donald Trump ilegal. Kebijakan ini harus dibatalkan, bahkan pemerintah perlu membayar ganti rugi kepada importir yang terlanjur membayar tarif bea masuk tinggi.

Ini bisa membuat tarif bea masuk bagi produk-produk Asia ke Negeri Paman Sam menjadi lebih murah. Morgan Stanley memperkirakan rata-rata tarif akan turun dari 20% menjadi 17%.