“Fakta bahwa kita mendapatkan data ekonomi riil secara real-time tentu menjadi angin segar bagi investor,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth. “Hal itu berpadu dengan antusiasme yang muncul dari ajang CES.”
Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resminya pada Selasa mengumumkan larangan ekspor seluruh barang "dwiguna" (dual-use items) ke Jepang untuk kepentingan militer yang berlaku segera. Daftar kontrol ekspor pemerintah tersebut mencakup lebih dari 800 barang, mulai dari bahan kimia, elektronik, dan sensor, hingga peralatan dan teknologi yang digunakan dalam pengapalan serta kedirgantaraan.
Di saat yang sama, Nvidia Corp mencoba menepis kekhawatiran tentang "gelembung" pengeluaran AI. Pada hari Selasa, Nvidia menyatakan bahwa proyeksi pendapatan optimis yang dirilis Oktober lalu justru semakin cerah berkat permintaan yang kuat. Pada Oktober, Nvidia memproyeksikan pendapatan sekitar setengah triliun dolar dari cip pusat data saat ini dan masa depan pada akhir tahun 2026.
Harga emas menanjak sekitar 1% seiring berlanjutnya reli logam mulia, sementara perak melonjak 6%. Namun, minyak mentah jenis Brent menghapus keuntungan sebelumnya dan merosot hampir 2%. Imbal hasil (yield) Treasury AS merangkak naik, dan dolar terpantau menguat.
Indeks kekuatan relatif (Relative Strength Index) 14-hari pada S&P 500 menunjukkan bahwa saham AS masih memiliki ruang untuk terus menguat. Sementara itu, bursa di wilayah lain tercatat telah melampaui level yang biasanya dianggap sebagai jenuh beli (overbought).
(bbn)





























