Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Melemah usai Janji Trump Amankan Selat Hormuz

News
04 March 2026 07:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Rob Verdonck - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan mengikuti jejak pelemahan Wall Street pagi ini, meskipun tekanan jual mulai sedikit mereda setelah adanya jaminan dari Amerika Serikat (AS) untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak mentah juga mulai stabil setelah sempat mencatat kenaikan dua hari terbesar dalam empat tahun terakhir, sementara harga emas justru anjlok.

Kontrak berjangka untuk indeks acuan di Sydney, Tokyo, dan Hong Kong seluruhnya menunjukkan sinyal koreksi. Di New York, indeks S&P 500 ditutup turun 0,9% setelah sempat merosot hingga 2,5%. Situasi mulai sedikit tenang setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mengawal dan menjamin asuransi bagi kapal tanker serta kapal lainnya yang melintasi titik penting energi dunia tersebut guna mencegah krisis global.


“Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan menjamin ALIRAN ENERGI yang BEBAS ke seluruh DUNIA,” tulis Trump melalui unggahan di media sosialnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hampir 5% dan ditutup mendekati level US$75 per barel. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10-tahun naik tiga basis poin ke level 4,06%, dibarengi penguatan dolar sebesar 0,6%.