Logo Bloomberg Technoz

IHSG dan Bursa Asia Berguguran Dipicu Serangan AS-Iran

Muhammad Julian Fadli
03 March 2026 18:11

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Bursa Asia kompak melemah sepanjang hari ini. Sentimen kurang positif datang dari ketegangan konflik Timur Tengah pasca pecahnya perang AS–Iran yang memicu lonjakan harga minyak, hingga mengerek inflasi global.

Pada Selasa (3/3/2026), IHSG terpeleset di posisi 7.939,76 dengan penurunan 0,96% dibanding hari sebelumnya.

Penutupan IHSG Sesi I pada Selasa 3 Maret 2026 (Bloomberg)

Saham barang baku, saham transportasi, dan saham konsumen non primer jadi yang terdalam pelemahannya, dengan minus mencapai 3,85%, 2,09% dan 1,05% secara masing–masing. Disusul oleh saham properti yang melemah 0,86% dan juga saham infrastruktur terdepresiasi 0,86%.


Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang jatuh 14,8%, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) ambruk 14,8%, dan saham PT Indospring  Tbk (INDS) drop 14,8%.

Penutupan perdagangan hari Ini, KOSPI (Korea Selatan) memimpin pelemahan, menyusul KOSDAQ, Shenzhen Comp. (China), TOPIX (Jepang), NIKKEI 225 (Tokyo), TW Weighted Index (Taiwan), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), dan Hang Seng (Hong Kong) yang tertekan dan drop dengan masing–masing mencapai 7,24%, 4,62%, 3,24%, 3,24%, 3,06%, 2,2%, 1,79%, 1,54%, 1,43%, dan 1,12%.