Logo Bloomberg Technoz

Jajaki Awal 2026, Pasar Obligasi Sedikit Bergairah

Dian Sari Pertiwi
02 January 2026 14:01

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki awal 2026, pasar Surat Utang Negara (SUN) sedikit bergairah. Terjadi arus beli pada hampir semua tenor dan menyebabkan penurunan yield yang relatif merata terutama di segmen tenor pendek dan menengah.  

Pada perdagangan hari ini, Jumat (2/1/2026), yield surat utang turun merata di hampir semua tenor. Tenor 1Y (satu tahun) turun 7,3 basis poin (bps) menjadi 4,7%, tenor 4Y (empat tahun), turun 4,4 bps ke 5,3%, tenor 5Y (lima tahun) turun 3,8 bps ke 5,5%. 

Begitu juga dengan tenor menengah panjang seperti 7Y turun 1,4 bps ke 6,03%, 8Y turun 0,3 bps 6,05%, 10Y turun 1,9 bps 6,05%, 11Y turun 2,4 bps ke 6,17% dan 13Y turun 2,9 bps ke 6,34%.  


Melansir data Bloomberg, kepemilikan asing dalam surat utang juga naik tipis sebesar 0,11% dari Rp878,33 triliun pada perdagangan Senin (29/12/2025), menjadi Rp879,33 triliun pada perdagangan Selasa (30/12/2025).

Meski ada kenaikan, peningkatan kepemilikan asing ini belum menunjukkan arus masuk yang agresif, hanya lebih mencerminkan pengambilan posisi taktis sebagian investor global yang sedang memanfaatkan kenaikan imbal hasil dan stablitas rupiah dalam jangka pendek. 

Kepemilikan asing dalam surat utang Indonesia per 31 Desember 2025. (Bloomberg)