Logo Bloomberg Technoz

Prospek Rupiah di Hari Perdana 2026

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 January 2026 08:19

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengawali 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar kontrak Non-Deliverable Forwards (NDF) kembali bergerak terbatas setelah reli kuat pada akhir 2025. 

Rupiah di pasar offshore dibanderol seharga Rp16.717/US$, turun 0,11% setelah sempat melonjak 0,47% di posisi Rp16.690/US$ pada penutupan perdagangan spot Rabu (31/12/2025) yang menandai penguatan terbesarnya dalam tiga bulan. 

Pergerakan ini menunjukan karakter pasar NDF sebagai kawasan penuh ekspektasi dan menjadi indikator yang dapat memengaruhi laju rupiah di pasar spot. Lantas, apakah pergerakan di pasar NDF ini akan menular ke pasar spot


Indeks dolar terhadap mata uang utama menunjukkan penguatan sebesar 0,09% ke posisi 98.322. Sehingga, hanya beberapa mata uang di kawasan Asia yang sudah dibuka menunjukkan penguatan, yaitu yen Jepang naik tipis 0,04%, dan ringgit Malaysia naik 0,03%.

Sedangkan, dolar Hong Kong melemah 0,08%, offshore renminbi China 0,04%, dan dolar Singapura turun 0,02%.