Risiko Pelemahan Rupiah Masih Ada, Hati-Hati Tembus Rp16.800/US$
Muhammad Julian Fadli
17 November 2025 08:42

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan masih akan menghadapi potensi pelemahan lagi pada perdagangan hari ini, Senin (17/11/2025), di tengah sentimen pasar global yang masih diliputi ketidakpastian menyoal keputusan suku bunga acuan Federal Reserve pada pertemuan Desember.
Indeks dolar AS ditutup menguat 0,14% pada perdagangan sebelumnya. Pagi ini, DXY melenggang lagi di zona hijau dengan penguatan 0,07% di level 99,365. Dolar AS turut memberatkan ruang pelemahan pada rupiah di pasar offshore, hingga pasar spot nantinya.
Pagi ini, tekanan masih berlanjut melemahkan rupiah di pasar global di mana pergerakannya tengah melemah 0,05% di Rp16.735/US$. Level itu jauh lebih lemah dibandingkan posisi penutupan rupiah spot pada Jumat sebelumnya di Rp16.704/US$.
Para pelaku pasar, terutama asing, juga mulai mencemaskan prospek fiskal ke depan di tengah daya tarik imbal hasil (carry) rupiah yang terus tergerus akibat siklus pelonggaran kebijakan Bank Indonesia.
Itu pula yang memicu tekanan jual makin besar di pasar surat utang. Pemodal global masih melanjutkan penjualan Surat Utang Negara (SUN) akibat kekhawatiran arah kebijakan fiskal dalam negeri, minimnya kepercayaan investor, serta mengecilnya imbal hasil (carry) akibat siklus pelonggaran moneter.





























