Logo Bloomberg Technoz

Lanskap global juga sepertinya belum memberikan ruang cukup leluasa bagi mata uang emerging market. Pada perdagangan pagi hari ini, mata uang valuta Asia juga mayoritas tertekan oleh dolar AS.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, bila rupiah kembali terbenam di Rp16.750/US$ yang menjadi level support terdekat. Rupiah berpotensi menjemput support berikut di Rp16.800/US$.

Analisis Teknikal Rupiah Senin 17 November 2025 (Sumber: Bloomberg)

Apabila keduanya jebol, maka rupiah berpotensi melemah makin dalam sampai dengan Rp16.870/US$ sebagai support terkuat sepanjang masa.

Jika nilai rupiah terjadi penguatan hari ini, resistance menarik dicermati pada trendline garis di rentang area Rp16.680-Rp16.600/US$.

Pernyataan Pejabat The Fed Terbaru

Pasar mendapati pernyataan terbaru dari Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, yang memberi sinyal terbaru, meskipun ia mendukung dua pemangkasan suku bunga sebelumnya, ia belum yakin mengenai langkah lain bulan depan.

“Saya bisa mendukung dua pemangkasan sebelumnya, dan kita akan lihat apa yang terjadi untuk yang berikutnya,” kata Bostic pada Jumat dalam sebuah acara di Seattle, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

“Saya ingin informasi yang ada memandu saya dalam menentukan kebijakan yang tepat.”

Pejabat The Fed memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai apakah mereka perlu memangkas suku bunga lagi bulan depan, setelah menurunkan suku bunga acuan sebesar total setengah poin tahun ini. Para investor saat ini melihat peluang sedikit lebih rendah dari 50% untuk pemangkasan seperempat poin pada pertemuan 9–10 Desember, berdasarkan harga kontrak berjangka.

Presiden The Fed Atlanta itu mengakui kondisi yang menantang, dengan mengatakan, ini adalah situasi di mana “Kedua mandat kami — pada kedua dimensinya — tidak bergerak menuju target.” 

Ia juga mengatakan– inflasi tetap menjadi risiko yang lebih jelas dan lebih mendesak bagi ekonomi. Dengan itu, Bostic tegas atas sikapnya, “kita lihat nanti.”

(fad/aji)

No more pages