Satgas Pasti Peringatkan Bahaya Deepfake AI di Kejahatan Keuangan
Muhammad Fikri
15 November 2025 20:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengeluarkan peringatan tentang meningkatnya modus penipuan keuangan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya teknologi tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake).
Teknologi AI ini memfasilitasi pelaku kejahatan untuk meniru suara, wajah, dan ekspresi seseorang—baik itu teman, kolega, atau keluarga—dengan sangat akurat. Tujuannya adalah meyakinkan korban untuk menyerahkan uang atau informasi pribadi.
“Kemajuan teknologi dalam AI memiliki potensi untuk digunakan dalam penipuan dengan membuat tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake),” demikian pernyataan Satgas PASTI melalui siaran tertulis, dikutip Sabtu (15/11/2025).
Di sisi lain, Satgas PASTI terus memperketat pengawasan dan penindakan. Dalam periode terbarunya, Satgas kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, terdiri dari: 611 entitas pinjaman online ilegal (Pinjol) di berbagai situs dan aplikasi; 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri) ilegal yang berpotensi melanggar ketentuan penyebaran data pribadi; dan 69 tawaran investasi ilegal dengan berbagai modus, termasuk impersonation (meniru nama/produk entitas berizin), penawaran kerja paruh waktu, dan penipuan investasi.
Upaya penanganan ini semakin diperkuat dengan bergabungnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ke dalam Satgas PASTI sejak awal tahun 2025.































