Logo Bloomberg Technoz

Komdigi Sebut Konten Deepfake Naik 550%

Farid Nurhakim
11 September 2025 13:25

Ilustrasi kejahatan siber. (bloomberg)
Ilustrasi kejahatan siber. (bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Republik Indonesia (RI) Nezar Patria mengatakan terdapat fenomena deepfake yang kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari salah satu platform deteksi ancaman AI, Sensity AI, mencatat adanya peningkatan 550% konten tersebut dalam lima tahun terakhir.

Dengan begitu pemerintah mendorong platform digital global seperti Meta dan Google memiliki fitur pengecekan dalam mengenali konten yang dibuat oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Perintah Komdigi bertujuan membantu masyarakat menangkal hoaks dan deepfake atau teknologi yang memanfaatkan AI guna menciptakan konten audio, gambar, atau video palsu.


“Kita berharap platform media sosial global juga bisa melakukan filter, atau setidaknya menyediakan fitur untuk mengecek apakah sebuah konten buatan AI atau bukan. Fitur ini sebaiknya bisa digunakan publik secara gratis,” kata Nezar dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/9/2025).

Menurut Nezar peredaran kontan berbasis deepfake lebih tinggi dari perkiraan “karena kemampuan aplikasi untuk membuat video atau foto deepfake kini sangat masif,” ujar Nezar.