Logo Bloomberg Technoz

Wall Street Melemah, Bursa Asia Diproyeksi Ikut Terkoreksi

News
07 November 2025 06:15

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Saham-saham di Asia diperkirakan melemah pada perdagangan Jumat (7/11), mengikuti volatilitas pasar AS yang tertekan oleh kekhawatiran terhadap valuasi tinggi saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan tanda-tanda melambatnya pasar tenaga kerja.

Kontrak berjangka indeks saham untuk Jepang, Hong Kong, dan Australia sama-sama mencatat penurunan. Di AS, saham-saham anjlok untuk kedua kalinya dalam tiga hari, menyeret turun saham-saham teknologi besar berbasis AI seperti Nvidia Corp dan Palantir Technologies Inc. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun jatuh paling tajam dalam sebulan setelah data menunjukkan pemangkasan tenaga kerja pada Oktober mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Indeks volatilitas utama sempat menembus angka 20.


Investor yang sebelumnya mendorong reli pasar dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dan prospek pertumbuhan AI kini mulai mempertanyakan apakah belanja modal besar-besaran di sektor tersebut akan membuahkan hasil. Indikator teknikal menunjukkan sinyal kehati-hatian, sementara kekhawatiran bahwa hanya sedikit saham besar yang mendorong kenaikan pasar semakin meningkat.

“Pasar tampaknya masih gelisah terhadap valuasi saham-saham AI,” kata Dave Lutz dari Jonestrading, menambahkan bahwa saham-saham semikonduktor berada “di bawah tekanan yang cukup besar.”

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)