Logo Bloomberg Technoz

Penurunan pasar terjadi di tengah berakhirnya musim laporan keuangan dan keterbatasan data ekonomi resmi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown), yang membuat investor semakin bergantung pada data dari sektor swasta.

Data terbaru dari Challenger, Gray & Christmas Inc menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS mengumumkan 153.074 pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober, hampir tiga kali lipat dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, dipicu oleh sektor teknologi dan pergudangan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk bulan Oktober sejak 2003, ketika kemunculan ponsel juga mengguncang industri, ujar Andy Challenger, Chief Revenue Officer perusahaan tersebut.

Laporan Challenger ini menjadi “masalah utama karena menunjukkan bahwa The Fed keliru mempertanyakan pemangkasan suku bunga pada Desember,” kata Michael Green, Kepala Strategi dan Manajer Portofolio di Simplify Asset Management.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun delapan basis poin menjadi 4,08%. Pasar uang kini memperkirakan kemungkinan lebih dari 70% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan depan. Indeks dolar melemah 0,3%.

“Kami tetap pada pandangan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan tambahan sebesar 25 basis poin pada Desember karena kebijakan moneter yang terlalu ketat dapat memperburuk kondisi pasar tenaga kerja yang sudah rapuh,” ujar Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman & Co.

Sementara itu, Gubernur The Fed Cleveland Beth Hammack mengatakan inflasi masih menjadi risiko yang lebih besar dibanding pelemahan pasar tenaga kerja. Rekannya dari The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan kepada CNBC bahwa ketiadaan data inflasi selama penutupan pemerintahan membuatnya tidak nyaman untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga. Deputi Gubernur Michael Barr menambahkan bahwa pejabat The Fed masih memiliki pekerjaan untuk menurunkan inflasi sambil memastikan pasar tenaga kerja tetap solid.

Di sisi lain, pemerintahan Donald Trump terus melangkah dengan rencananya untuk menunda serangkaian sanksi terhadap industri galangan kapal China, termasuk usulan penundaan tarif impor derek pelabuhan dan sasis dari China.

Untuk komoditas, harga emas bergerak stabil seiring pelaku pasar menimbang pernyataan pejabat The Fed dan data tenaga kerja, sementara harga minyak memperpanjang penurunan setelah Arab Saudi menurunkan harga jual minyak mentahnya.

(bbn)

No more pages