Logo Bloomberg Technoz

Pelurusan Sejarah Tempat Lahir: Keluarga mendesak agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengakui dan menandai Jatinegara sebagai tempat kelahiran WR Supratman, sesuai dengan temuan sejarawan dan data keluarga, bukan hanya berpegangan pada polemik Purworejo.

"Kenapa DKI salah menempatkan tempat lahirnya WR Supratman? Menurut para sejarawan. Mereka bilang salah taruh. Kita ingin meluruskan sejarah."

Monumen dan Situs Budaya: Permintaan untuk mendirikan prasasti, cagar budaya, tanda lahir berupa prasasti, patung, dan taman di lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran yang sebenarnya.

Nama Jalan Layak di Jakarta: Keluarga menuntut adanya nama jalan raya utama di Jakarta yang didedikasikan untuk WR Supratman. Mereka secara tegas menolak penamaan di area pinggiran atau kompleks baru yang tidak strategis.

“Kita tidak akan terima kalau dikasih nama jalan di PIK 2, ya, di pinggiran. Minimum di tempat lahir dia atau jalan raya di Jakarta. Itu sedih, ya." ujarnya

Kritik Museum dan Situs Peringatan: Keluarga menyoroti anomali di lokasi yang seharusnya menjadi museum atau situs peringatan bagi sang pahlawan.

"Kenapa di tempat lahir dia ada museum orang lain? Kenapa bukan itu museum WR Supratman?" tanya nya

Keluarga juga menyoroti kasus "Jalan Fiktif" di aplikasi navigasi digital seperti Waze dan Google Maps.

"Kalau anda kebetulan lewat Cawang Jatinegara, akan tiba-tiba Waze dan Google Maps bunyi, 'Belok kiri masuk jalan WR Supratman'. Cari jalan itu cuma 30 meter. Gak sampai 20 meter. Dan gak ada tanda di jalan," jelas Dario.

Kondisi ini, yang disebutnya "jalan hantu” dianggap seperti penghinaan terhadap pahlawan nasional. Keluarga berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) dapat turun tangan untuk menyelesaikan masalah data lokasi fiktif ini, agar tidak terkesan keluarga harus berperang dengan raksasa teknologi.

Dalam upaya meluruskan sejarah, Dario Turk mengungkapkan bahwa dua tahun lalu, keluarga berhasil meyakinkan Museum Sumpah Pemuda untuk mengubah data tempat lahir WR Supratman di ruang Indonesia Raya dari Somongari, Purworejo, menjadi Jatinegara.

"Kita bilang, kenapa di Museum Sumpah Pemuda di ruang Indonesia Raya ditulis dia lahir di Somongari, Purworejo. Kata beliau [Kepala Museum saat itu, Bu Ati], kita juga dulu udah bikin penelitian, kita tahu dia lahir di Jatinegara. Tapi kita takut sama si Purworejo... Tapi kalau sekarang ada keluarga yang akan bela kita. Ayo kita ganti. Dan bersyukur banget beliau itu setelah 1 bulan menggantikan tulisan," tutup Dario.

(fik/spt)

No more pages