Sementara itu, Prabowo mengatakan Indonesia dan Brasil akan segera menandatangani empat persetujuan dan nota kesepahaman yang penting, meski belum dijelaskan dengan lengkap mengenai aspek kerja sama tersebut.
Menurut Prabowo, penandatanganan kesepakatan itu berlangsung dengan cepat karena hanya berselang dua bulan sejak Kepala Negara melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasilia pada Juli 2025 lalu.
“Terakhir pertemuan saya dengan yang mulia di bulan Juli, sekarang Oktober, Agustus, September, dua bulan kita sudah menghasilkan kemajuan yang pesat,” ujarnya.
Kunjungan Presiden Lula da Silva ke Indonesia kali ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Prabowo ke Brasilia pada Juli 2025 yang lalu. Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara dalam berbagai bidang.
Kala itu, Prabowo memang sempat menyinggung akan menunggu kedatangan Lula da Silva di Indonesia pada Oktober 2025. Prabowo juga mengatakan bahwa kedua Kepala Negara memiliki kesamaan karena berulang tahun pada Oktober 2025. Sekadar catatan, ulang tahun Prabowo adalah pada 17 Oktober, sementara Lula da Silva pada 27 Oktober.
"Saya ingin merayakan ulang tahun Presiden Lula di Indonesia. Presiden Lula akan berusia 80 tahun. Saya adalah adiknya, saya akan berusia 74 tahun," ujar Prabowo kala itu.
(dov/frg)































