Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan 25 ribu lowongan magang nasional yang akan dibuka pada Juli 2025 dan berlangsung sepanjang Agustus. Program ini menyasar lulusan SMA/SMK hingga sarjana dengan 15 jenis pekerjaan yang dirancang untuk Gen Z.
Selain itu, Kemnaker menyiapkan program magang fresh graduate [lulusan baru] yang berbayar. Skema ini akan diluncurkan pada kuartal keempat 2025, dengan durasi enam bulan. Peserta di tempatkan di perusahaan BUMN maupun swasta, dan mendapat uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) masing-masing daerah.
Skala besar inilah yang membuat portal magang Kemnaker dibanjiri pengunjung, hingga berpotensi memicu error di situs utama. Tersedia kuota 20 ribu peserta program magang lulusan baru.
"Kuota pertama sesuai arahan presiden dan Menko [Menteri Koordinator bidang Perekonomian] sebanyak 20 ribu peserta. Kami akan membaginya secara proporsional untuk setiap provinsi berdasarkan jumlah lulusan," katanya.
Setiap peserta diperbolehkan memilih lebih dari satu posisi pekerjaan saat mendaftar. Diketahui, saat ini ada sekitar 951.000 lulusan baru dengan masa kelulusan maksimal satu tahun yang sudah tercatat di sistem Siap Kerja.
Yassierli menuturkan, peserta program magang ini nantinya akan diberikan uang saku sesuai dengan upah minimum kabupaten dan kota asal. Uang saku peserta ini akan ditanggung penuh oleh pemerintah.
Program magang ini menjadi bagian dari 8 Paket Stimulus Ekonomi yang dijalankan pada kuartal IV 2025 guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Diketahui, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp396 miliar untuk mendukung program magang nasional, dengan masing-masing Rp198 miliar pada 2025 dan 2026. Jika program magang ini diminati, pemerintah berencana menambah kuota hingga 100.000 peserta.
(ain)




























