Logo Bloomberg Technoz

Perang AI Vs China, Crypto Czar Gedung Putih Bela Keputusan Trump

News
07 October 2025 10:21

Ilustrasi dampak positif berkelanjutan dari teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dok: Qilai Shen/Bloomberg
Ilustrasi dampak positif berkelanjutan dari teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dok: Qilai Shen/Bloomberg

Maggie Eastland, Ed Ludlow, dan Caroline Hyde–Bloomberg News

Bloomberg, Penasihat AI Gedung Putih David Sacks membela pendekatan pemerintahan Trump terhadap China dan mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mendominasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), berusaha untuk menolak kritik dari para pendukung kebijakan lebih keras terhadap Beijing.

“Saya menganggap diri saya sebagai orang yang keras terhadap China,” kata Sacks dalam wawancara dengan Bloomberg Television pada Senin waktu AS. “Saya ingin negara ini menang dalam perlombaan AI. Kami memahami bahwa China adalah pesaing utama kami secara global dalam perlombaan ini, dan kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk menang.”


Sacks menanggapi kekhawatiran yang diajukan oleh pendukung kebijakan keras atas China di Washington, yang semakin menentang apa yang mereka anggap sebagai sikap lunak di bawah Presiden Donald Trump. Mantan pejabat keamanan nasional telah menyoroti keputusan Trump untuk membalikkan kebijakan dan mengizinkan Nvidia Corp. dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD) menjual beberapa chip AI ke China, serta kemungkinan konsesinya terhadap pembatasan investasi dan posisi AS yang telah lama berlaku terkait Taiwan.

Sacks membela keputusan administrasi Trump untuk mengizinkan Nvidia dan AMD menjual chip AI tak terlampau canggih ke China, dengan mencatat bahwa administrasi Biden sebelumnya telah mengizinkan penjualan chip H20 Nvidia (dirancang khusus untuk memenuhi putaran sebelumnya dari pembatasan ekspor).