Fahmy menyebut operator SPBU swasta biasanya memiliki strategi bisnis dengan menyebar pengadaan BBM di berbagai wilayah. Hal itu dipandang membuat harga BBM yang diimpor langsung oleh BU swasta berpotensi lebih murah.
Dengan begitu, jika operator SPBU swasta kini harus membeli base fuel dari Pertamina dengan harga yang telah ditetapkan perusahaan pelat merah tersebut, Fahmy memprediksi harganya lebih mahal.
“Kalau kemudian harus membeli dari Pertamina dengan harga tetapkan dari Pertamina, pasti harganya lebih mahal dan saya yakin [SPBU swasta] seperti Shell tidak mau,” kata Fahmy.
Tiga Aspek
Dihubungi secara terpisah, praktisi senior di industri migas Hadi Ismoyo menekankan terdapat tiga aspek krusial yang menjadi penentu sukses atau tidaknya negosiasi tersebut a.l. mutu BBM, spesifikasi BBM, dan harga BBM.
“Karena SPBU Swasta adalah brand besar dengan reputasi internasional, tentu sangat hati-hati untuk mengubah model business-nya dengan membeli base fuel dari Pertamina,” kata Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) tersebut, Jumat (26/9/2025).
Janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, bahwa stok BBM di SPBU swasta kembali tersedia dalam 7 hari terhitung sejak Jumat (19/9/2025), resmi meleset.
Sejumlah operator SPBU swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR masih mengalami kelangkaan pasokan bensin hingga hari ini, atau tepat sepekan setelah Bahlil melontarkan janjinya.
Sebagai contoh, SPBU Shell di Lenteng Agung, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), hingga Shell V-Power Nitro+ (RON 98).
Kondisi serupa juga ditemui di Shell Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Shell Pancoran, Jakarta Selatan.
Sementara BP-AKR, SPBU yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan dan Pancoran, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Instagram resmi BP-AKR, perseroan melaporkan stok BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate tidak tersedia diseluruh wilayah Surabaya hingga pagi hari ini.
Di wilayah Tangerang, hanya terdapat dua SPBU BP-AKR yang menjual BBM BP 92 yakni di BP Asterra West BSD City dan SPBU BP Puspitek Raya.
“Kami sedang mengalami kendala keterbatasan stock dan mengusahakan agar pasokan BBM kembali normal,” tulis manajemen di kolom komentar akun Instagram resminya, Jumat (26/9/2025).
Adapun, Bahlil membeberkan perusahaan pengelola SPBU swasta sepakat untuk membeli bensin dari Pertamina untuk mengisi kekosongan saat ini.
Nantinya, Pertamina bakal melakukan impor untuk menambal kebutuhan bahan bakar minyak jaringan SPBU swasta yang telah kosong sejak bulan lalu.
Di sisi lain, dia memastikan, bahan bakar yang akan dibeli SPBU swasta dari Pertamina akan berbasis base fuel atau bahan bakar dasaran.
Dalam kaitan itu, PT Pertamina Patra Niaga telah menyatakan bahwa kargo bensin mentah atau base fuel yang akan dipasok ke operator SPBU swasta tiba di Jakarta pada Rabu (24/9/2025).
Akan tetapi, PPN tidak menampik masih terdapat beberapa BU swasta yang memerlukan waktu untuk berkoordinasi dengan kantor pusat masing-masing sehingga belum menyerahkan kebutuhan kuota BBM tambahan.
Perseroan mengklaim BU hilir migas swasta tersebut telah memiliki komitmen yang sama untuk segera menyampaikan kebutuhan kuota tambahan.
Terpisah, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan perseroan tidak mencari keuntungan ketika memasok BBM ke SPBU swasta. Terlebih, kata Simon, hal tersebut bagian dari tugas menjaga ketahanan energi.
“Kita sudah minta untuk tadi saya juga sudah sampaikan terbuka ke semua, untuk dilakukan mekanisme open book supaya bersama-sama gitu,” jelas Simon akhir pekan lalu.
“Jadi kita melihat cost-cost [berbagai biaya] apa yang muncul, kemudian diatur mekanisme secara business-to-business. [Hal] yang pasti jangan sampai membebankan dan nanti harga ke konsumen jadi lebih tinggi kan. Jadi kita harapkan harga ke konsumen tidak berubah."
(azr/wdh)































