Logo Bloomberg Technoz

IEA: Produksi Migas Dunia Bakal Sulit Dipacu Gegara FID Lambat

Nyoman Ary Wahyudi
16 September 2025 17:00

Tambang Minyak Bumi (Dok. Unsplash)
Tambang Minyak Bumi (Dok. Unsplash)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Energi Internasional (IEA) membeberkan rata-rata waktu yang diperlukan perusahaan minyak dan gas (migas) untuk meneken keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) makin panjang.

Situasi itu memperburuk keadaan industri hulu migas global yang memperlihatkan proyeksi laju penurunan produksi (declining rate) yang makin dalam beberapa tahun mendatang.

“Rentang antara penemuan cadangan hingga pengambilan FID juga bertambah, dari rata-rata 7 tahun untuk proyek sebelum 2010 menjadi 9 tahun setelah 2010,” tulis IEA dalam laporan yang dirilis Selasa (16/9/2025).


IEA Executive Director Fatih Birol mengatakan situasi itu makin mempersulit upaya industri migas untuk mengerek laju produksi yang makin susut.

“Analisis terbaru kami menunjukkan penurunan itu kian cepat dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kasus minyak, tanpa adanya investasi hulu, pasar global akan kehilangan pasokan setara gabungan produksi Brasil dan Norwegia setiap tahun,” kata Birol lewat siaran pers dikutip Selasa (16/9/2025).