Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan riset IEA, kompleksitas teknis menjadi faktor utama, khususnya pada cadangan di laut dalam dan super dalam, yang menuntut waktu tambahan untuk memastikan kelayakan teknis dan komersial proyek.

Selain itu, regulasi lingkungan dan keselamatan yang lebih ketat turut memperpanjang periode penetapan FID.

Di sisi lain, periode penemuan cadangan migas sejak mendapat izin eksplorasi pertama juga makin lama. Biasanya, menurut IEA, butuh waktu 4 tahun hingga 5 tahun untuk bisa mendapat temuan cadangan pada proyek periode 1990—2020.

Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk berhasil mengidentifikasi cadangan migas itu belakangan makin lama hingga 7 tahun untuk proyek setelah 2020.

“Tren ini mencerminkan pergeseran eksplorasi ke wilayah perbatasan atau daerah terpencil dengan risiko geologi maupun politik yang lebih tinggi, ditambah penurunan aktivitas eksplorasi global,” tulis IEA.

Grafik rata-rata waktu pengembangan blok migas. (IEA)

Dengan demikian, IEA memperkirakan, rata-rata proyek yang mulai berproduksi setelah 2010 membutuhkan waktu hampir 20 tahun sejak izin eksplorasi pertama kali diberikan hingga tahap produksi.

Sementara itu, IEA mencatat, laju penurunan produksi minyak dari sejumlah kawasan makin signifikan beberapa tahun terakhir.

Misalkan, ladang minyak raksasa di daratan Timur Tengah turun kurang dari 2% per tahun, ladang minyak lepas pantai yang lebih kecil di Eropa rata-rata menyusut lebih dari 15% per tahun.

Di sisi lain, laju penurunan tight oil dan shale gas merosot lebih tajam, produksinya bisa jatuh lebih dari 35% hanya dalam setahun apabila tidak ada investasi baru pada sektor ini.

Kebutuhan Investasi

Sejak 2019, rata-rata investasi migas global secara tahunan mencapai sekitar US$550 miliar. Menurut IEA, sekitar 90% atau US$500 miliar dialokasikan untuk menggantikan penurunan produksi dari blok minyak yang beroperasi saat ini.

Hanya sekitar 10% yang diarahkan pada perluasan pasokan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

IEA memperkirakan investasi hulu migas mencapai US$570 miliar pada tahun ini, yang jika berlanjut dapat memberi sedikit tambahan produksi ke pasar.

“[Hal] yang jelas, penurunan kecil dalam investasi hulu bisa menjadi pembeda antara pertumbuhan pasokan minyak dan gas atau sekadar mempertahankan produksi,” tulis IEA.

Pada skenario harga minyak lebih tinggi, total investasi bakal meningkat, setiap tambahan barel minyak cenderung lebih mahal untuk dikembangkan.

Ilustrasi minyak bumi (Sumber: Bloomberg)

Alasannya, investasi akan semakin banyak diarahkan pada eksplorasi dan pengembangan ladang baru di wilayah frontier yang membutuhkan infrastruktur dari nol.

Belanja modal untuk mengembangkan blok minyak baru rata-rata 50% sampai 150% lebih mahal dibandingkan biaya pemeliharaan atau pengembangan aset yang ada.

“Jika rata-rata investasi hulu mencapai US$540 miliar per tahun hingga 2050, produksi minyak dan gas diperkirakan akan bertahan di level saat ini,” tulis IEA dalam laporannya.

(naw/wdh)

No more pages