Logo Bloomberg Technoz

Ini Peluang dan Risiko Alihkan Dana Negara dari BI ke Perbankan

Pramesti Regita Cindy
11 September 2025 13:08

Ilustrasi anggaran negara (Diolah berbagai sumber)
Ilustrasi anggaran negara (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai rencana pemerintah memindahkan anggaran negara dari Bank Indonesia (BI) untuk ditempatkan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan nominal mencapai Rp200 triliun dapat mendorong likuiditas dan menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, pemerintah juga perlu mengantisipasi risiko dari sisi stabilitas sistem keuangan. Pasalnya, penempatan dana negara yang besar pada satu kelompok bank akan menimbulkan risiko konsentrasi sumber dana, terutama bila proporsi dana jangka pendek meningkat, sementara kredit yang disalurkan berjangka lebih panjang. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memindahkan anggaran negara dari BI ke bank-bank milik negara untuk meningkatkan likuiditas dan menggerakkan perekonomian. Pada tahap awal, anggaran yang akan dialihkan Rp200 triliun. Namun, dia membuka peluang untuk terus menambah nominalnya. 


Menanggapi hal ini, Josua menjelaskan, dari sisi keuntungan,  kebijakan ini berpotensi memperkuat likuiditas perbankan secara cepat karena menambah uang primer. 

Josua menjelaskan, per Juli 2025, uang primer tersesuaikan berada di sekitar Rp1.925 triliun. Dengan adanya injeksi sebesar Rp200 triliun setara lebih dari 10% stok uang primer. Sehingga suntikan likuiditas tersebut berpotensi berdampak cukup besar.