Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg melaporkan pekan lalu bahwa pemerintah Meksiko berencana menaikkan tarif untuk sejumlah negara Asia, termasuk China, sebagai bagian dari proposal anggaran 2026 yang akan diajukan bulan ini. Tarif tambahan tersebut diperkirakan mencakup berbagai produk, mulai dari mobil, tekstil, hingga plastik. Tujuannya adalah melindungi bisnis dalam negeri dari banjir impor murah.

Menanggapi wacana itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara bersifat saling menguntungkan.

“China mendorong globalisasi ekonomi yang bermanfaat bagi semua pihak dan inklusif, serta menentang unilateralisme dan proteksionisme dalam bentuk apa pun,” ujarnya dalam konferensi pers rutin di Beijing, Jumat (5/9).

Rencana tarif baru Meksiko ini juga akan menjawab tuntutan lama dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah memanasnya perang dagang antara AS dan China.

Draf proposal pendapatan dari pemerintahan Presiden Sheinbaum dijadwalkan dikirim ke Kongres paling lambat 8 September. Meskipun rencana anggaran ini masih membutuhkan persetujuan legislatif, partai Sheinbaum dan sekutunya menguasai dua pertiga kursi di kedua majelis, sehingga kemungkinan perubahan signifikan oleh parlemen terbilang kecil.

(bbn)

No more pages