Polemik HGBT Ancam Ratusan Buruh, Kemeperin Pantau Aduan Industri
Merinda Faradianti
22 August 2025 12:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) pada sektor industri, salah satunya PT Doulton di Banten, salah satu perusahaan keramik.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, pasokan gas bagi industri keramik masih belum aman. Katanya, produsen gas saat ini masih menerapkan kebijakan kuota harian sebesar 70% dari kebutuhan normal industri.
Namun, apabila industri membutuhkan gas melebihi kuota harian tersebut, maka dikenakan tarif tambahan atau surcharge.
“Masalah pasokan HGBT ini aneh. Kalau industri membeli gas dengan harga di atas US$15 per MMBTU, pasokannya tersedia. Namun, jika membeli di harga HGBT sebesar US$6,5 per MMBTU, pasokannya justru tidak tersedia. Ada apa dengan produsen gas di hulu?” kata Febri dalam keterangannya, dikutip Jumat (22/8/2025).
Menurut Febri, situasi ini menunjukkan bahwa produsen gas masih belum mencabut status darurat pasokan. Pasalnya, hal ini sudah tercantum dalam surat pemberitahuan resmi kepada industri pelanggan pada 15 Agustus 2025 lalu.































