Logo Bloomberg Technoz

Sedangkan nilai ekspor lemak dan minyak hewan/nabati pada 5 bulan pertama 2025 adalah US$ 12,56 miliar. Ekuivalen dengan 11,85% dari total ekspor non-migas.

Profil Ekspor Indonesia Menurut Komoditas (Sumber: BPS)

Neraca Perdagangan Surplus Lagi

Sementara di sisi impor, konsensus Bloomberg menghasilkan media proyeksi pertumbuhan di 6,4% pada Juni. Andai terjadi, maka lebih tinggi ketimbang impor Mei yang tumbuh 5,45% yoy.

Meski terjadi kenaikan impor, tetapi sepertinya ekspor masih lebih tinggi. Hasilnya, kemungkinan neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus.

Konsensus Bloomberg yang melibatkan 22 analis/ekonom menghasilkan median proyeksi surplus neraca dagang Juni sebesar US$ 3,55 miliar. Menyusut ketimbang Mei yang surplus US$ 4,3 miliar.

Meski begitu, neraca perdagangan Indonesia bakal mencetak surplus 62 bulan beruntun jika Juni positif lagi. Kali terakhir neraca perdagangan mengalami defisit adalah pada April 2020.

Ke depan, perkembangan seputar tarif bisa mempengaruhi kinerja perdagangan luar negeri Indonesia. Bulan ini, Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menyepakati tarif baru.

Produk Indonesia yang masuk ke  AS dikenakan tarif bea masuk sebesar 19%. Sementara produk-produk made in USA bisa bebas masuk ke Tanah Air.

AS adalah mitra dagang yang vital bagi Indonesia. BPS mencatat, nilai ekspor non-migas Indonesia ke Negeri Paman Sam sepanjang Januari-Mei adalah US$ 12,11 miliar. 

Angka itu setara dengan 11,42% dari total ekspor non-migas Indonesia. AS menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia, hanya kalah dari China.

Impor Non-Migas Indonesia Menurut Negara Januari-Mei 2025 (Sumber: BPS)

(aji)

No more pages