Logo Bloomberg Technoz

Pagi Ini, Rupiah Dekati Rp17.200/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 April 2026 09:30

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka hari terakhir pekan ini dengan pelemahan 0,11% di Rp17.155/US$. Tak berselang lama, rupiah kembali melemah 0,29% ke Rp17.185/US$ pada 09:20 WIB. 

Sepanjang pekan ini, rupiah telah melemah 0,22% dan menempati posisi kedua terlemah di antara mata uang Asia lainnya. Rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 0,5%. 

Padahal indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama (euro, yen, poundsterling, krona Swedia, franc dan dolar Kanada), juga tak begitu garang. Hari ini indeks dolar masih melanjutkan pelemahannya di hari kelima di posisi 98,2, di tengah harga minyak mentah Brent yang mulai kembali turun ke US$98,06 per barel. 


Beberapa mata uang Asia berhasil memanfaatkan kondisi dan rebound. Namun, bagi rupiah penguatan kemarin belum mencerminkan apresiasi yang lebih berkelanjutan.

Kondisi ini mencerminkan bahwa pelemahan indeks dolar AS belum bisa jadi katalis penguatan rupiah. Secara historis, ruang penguatan rupiah biasanya terbuka lebar ketika dolar AS melemah dan harga komoditas, terutama minyak tak bergejolak.