Pasar SUN Tertekan Imbas Keterpurukan Rupiah Tembus Rp16.400/US$
Redaksi
29 July 2025 11:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang negara tertekan pada perdagangan hari ini ketika lelang rutin SUN dilangsungkan oleh Kementerian Keuangan RI mengincar penjualan senilai Rp27 triliun di tengah sentimen pasar yang kurang bersahabat dan melemahkan nilai tukar rupiah.
Mengacu data OTC Bloomberg, Selasa (29/7/2025), mayoritas yield atau imbal hasil SUN bergerak naik, mencerminkan tekanan jual yang melemahkan harga aset fixed income tersebut. Yield 2Y terpangkas 1,4 basis poin (bps) kini di level 5,751%.
Lalu tenor 5Y juga naik 0,9 bps yield-nya kini di 6,134%. Sementara SUN tenor acuan 10Y, imbal hasilnya bergerak naik 1,4 bps jelang tengah hari ini, berada di 6,550%. Adapun kenaikan terbanyak imbal hasil SUN hari ini terlihat untuk tenor 3Y, sebanyak 2,3 bps di level 5,828%.
Tekanan yang dialami oleh harga SUN hari ini dilatarbelakangi oleh tren pelemahan rupiah yang berlanjut. Lonjakan indeks dolar AS tadi malam, DXY, hingga lebih dari 1% menyusul tercapainya kesepakatan dagang Uni Eropa dan AS, serupa dengan Jepang.
"Hal ini [penguatan DXY] terjadi karena pasar memperkirakan kesepakatan dagang Trump akan memperkuat posisi neraca dagang dan neraca pembayaran AS di masa mendatang," tulis tim analis Mega Capital Sekuritas dalam catatannya, hari ini.





























