Logo Bloomberg Technoz

Beban Negara

Selain rawan dijatuhi sanksi oleh WTO, Bhima memandang kebijakan impor migas dari AS membuat biaya logistik yang dikeluarkan PT Pertamina (Persero) mengingkat waktu pengiriman dari AS bisa mencapai 40 hari.

”Jadi lebih murah ambil dari pasar lainnya yang selama ini dilakukan oleh Pertamina misalnya,” ungkap Bhima.

Kenaikan biaya logistik tersebut juga dinilainya akan ditanggung pemerintah melalui anggaran subsidi dan kompensasi energi.

Bhima mengestimasikan subsidi energi pada tahun depan rentan membengkak hingga Rp300 triliun jika Indonesia menjalankan kebijakan realokasi impor migas dari AS.

Pada tahun ini saja, subsidi energi dianggarkan sebesar Rp204,5 triliun. Perinciannya, alokasi untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipatok sebanyak Rp26,7 triliun, sedangkan LPG 3 Kg Rp87 triliun. Sementara itu, subsidi listrik dijatah Rp89,7 triliun.

“Kalau menjalankan 0% tarif [bea masuk barang AS ke Indonesia] dan menjalankan hasil negosiasi dengan Trump butuhnya bisa Rp300 triliun. Adanya pembengkakan dari sisi subsidi energi yang dibutuhkan 2026,” terangnya.

Rencana impor komoditas energi dari AS tersebut masuk dalam bagian perundingan tarif, pemerintah telah mengalokasikan kuota impor migas dari AS sekitar US$10 miliar sampai dengan US$15 miliar atau sekitar Rp162,3 triliun hingga Rp243,5 triliun (asumsi kurs Rp16.237).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor migas Indonesia sepanjang 2024 mencapai US$36,27 miliar. Postur impor itu berasal dari pembelian minyak mentah sekitar US$10 miliar dan hasil migas sebesar US$25,92 miliar.

Adapun, impor gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) Indonesia sepanjang 2024 mencapai 6,89 juta ton dengan nilai mencapai US$3,78 miliar. Porsi impor LPG dari Amerika Serikat mencapai 3,94 juta ton, dengan nilai impor US$2,03 miliar.

Selain AS, Indonesia mengimpor LPG dari Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi hingga Algeria.

Di sisi lain, kuota impor minyak mentah Indonesia dari AS terbilang kecil dibandingkan dengan realisasi impor sepanjang 2024. Indonesia mengimpor minyak mentah dari AS sekitar US$430,9 juta pada periode tersebut.

Sebagian besar impor minyak mentah Indonesia berasal dari  Arab Saudi, Angola, Nigeria hingga Australia. Sementara itu, impor BBM kebanyakan berasal dari kilang di Singapura. 

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, Pertamina masih melakukan perhitungan secara bisnis guna menindaklanjuti nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) impor migas dan investasi kilang dengan ExxonMobil Corp., KDT Global Resource LLC., dan Chevron Corp.

Terkait dengan komoditas yang dikerjasamakan dalam nota kesepahaman itu, Susiwijono mengelaborasi jenisnya beragam mulai dari impor untuk minyak mentah atau crude, LPG, hingga produk kilang atau refinery berupa BBM jenis gasoline atau bensin.

MoU tersebut nantinya juga akan didetailkan lebih lanjut, lantaran pemerintah masih akan membahasnya dengan United States Trade Representative (USTR). Bahkan, lanjutnya, nantinya terdapat rencana investasi dari AS untuk membangun “satu fasilitas” di sektor energi, yang belum diperincikan dalam format apa dan di mana lokasinya.

(azr/wdh)

No more pages