Logo Bloomberg Technoz

Makanya detailnya kan belum tahu. Ini kan baru pemberitaan di media dan media sosial."

Jarak Jauh

Di sisi lain, Tony menyebut pengiriman tembaga Indonesia ke AS  bisa menelan waktu hingga 45 hari. Hal ini berbeda dengan pengiriman ke China yang hanya membutuhkan waktu 7 hari.

Negeri Panda, kata dia, memang merupakan pasar utama tujuan ekspor produk tembaga Freeport. Dia mengungkapkan 50% produknya saat ini di ekspor ke raksasa Asia timur itu.

“Kami kan selama ini enggak jual ke Amerika ya. Sebagian besar ke China. Untuk memindahkan pasar, kalau ke Amerika itu jauh, 45 hari. Kalau ke China cuma 7 hari pengapalan dan China mengonsumsi 50% dari copper [tembaga] di dunia ini,” ujarnya.

Sementara itu, dia menggarisbawahi permintaan tembaga oleh AS tidak bisa dilakukan sekonyong-konyong, karena Freeport tidak bisa serta-merta meningkatkan kapasitas produksinya.

Hal itu lantaran PTFI telah memiliki rencana penambangan dengan memerhatikan daya dukung lingkungan hingga faktor keamanan.

“Ini sudah direncanakan lama. Seperti manufacturing yang besar, lagi banyak permintaan oke kita tingkatkan produksi, beli bahan baku. Ini kan bahan baku kita dari dalam tanah jadi harus sesuai dengan rencana dan tambang bawah tanah. Enggak bisa kemudian dikebut atau diloncat harus secara sequences,” jelasnya.

Tony juga menuturkan pasar tradisional komoditas tembaga RI yang selama ini telah dibangun tidak perlu dipindahkan begitu saja karena hal tertentu.

“Maksudnya kenapa harus pindah? Gitu kan. Kalau memang harus ya harus, kenapa? Kalau kita kan international trade. Trade adalah borderless di mana ada market ya di situ,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan keinginan AS tersebut bisa diakomodasi melalui produksi PTFI, yang notabene juga merupakan perusahaan yang berbasis di AS.

“Intinya begini, kalau misalnya jelas [yang diinginkan AS] produknya dari tembaga kita, kan utamanya dari PT Freeport. Ya, Freeport asosiasinya ke sana [AS] juga. Jadi saya pikir tidak terlalu mengkhawatirkan mudah-mudahan,” ujarnya.

Dia pun mengatakan pemerintah terbuka saja untuk memberikan akses kepada AS maupun negara lain untuk membeli produk mineral dari Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengekspor bijih tembaga dan konsentrat ke AS hanya sebanyak 22,838.63 ton dengan nilai US$1,517 pada 2024. Namun, data dengan kode HS 26030000 itu tidak ditemukan pada 2025.

Sebelumnya, Trump secara terbuka meminta akses penuh terhadap produk tambang unggulan Indonesia seperti tembaga hingga produk mineral kritis seperti tanah jarang.

Hal itu diklaimnya sebagai bentuk kesepakatan dalam negosiasi tarif perdagangan karena RI akan dikenakan tarif 19%, sedangkan Negeri Paman Sam akan memiliki akses penuh terhadap pasar Indonesia tanpa tarif.

“Kami memiliki akses penuh ke Indonesia, semuanya. Indonesia sangat kuat dalam tembaga berkualitas sangat tinggi yang akan kami gunakan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, yang disiarkan dalam akun Youtube, Rabu (16/7/2025).

“Indonesia memiliki beberapa produk hebat dan mereka juga memiliki beberapa tanah jarang yang sangat berharga dan berbagai material lainnya,” lanjutnya.

Trump menegaskan akses penuh yang diberikan oleh Indonesia akan memudahkan AS untuk memperoleh tembaga demi keperluan industri.

Dia juga mengungkapkan kesepakatan itu sudah dibicarakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Trump sendiri juga akan memberlakukan tarif 50% untuk impor tembaga mulai 1 Agustus. Pasalnya, detail mengenai tarif tembaga yang terungkap sejauh ini hanya sedikit. Tarif ini pun belum diformalkan dan bisa saja berubah.

(mfd/wdh)

No more pages