Logo Bloomberg Technoz

Harga Tembaga Melambung, Penambang RI Justru Rawan Gagal Untung

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 May 2026 12:40

Kawat tembaga di pasar logam grosir di Mumbai, India./Bloomberg-Dhiraj Singh
Kawat tembaga di pasar logam grosir di Mumbai, India./Bloomberg-Dhiraj Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi penambang Indonesia gagal meraih keuntungan maksimal dari lonjakan harga logam tembaga dunia yang sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa US$14.527/ton awal tahun ini. 

Alasannya, sektor hulu dan hilir industri tembaga Indonesia sedang mengalami gangguan.

Di sisi hulu, longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) membuat kapasitas produksi dari hulu terbatas.


Di lini hilir, operasional fasilitas smelter katoda tembaga PTFI di Manyar harus berhenti beroperasi sementara akibat gangguan produksi di hulu. Di sisi lain, smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) masih dalam tahap peningkatan utilisasi usai sebelumnya berhenti beroperasi.

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono menilai berbagai kondisi tersebut membuat premi nilai tambah dari katoda tembaga murni berstandar London Metal Exchange (LME) terpaksa bergeser ke paruh kedua atau bahkan tahun depan.