Saat harga minyak nabati pesaing makin murah, maka keuntungan untuk menggunakan CPO akan berkurang. Sebab, berbagai komoditas ini bersifat saling menggantikan.
Penguatan nilai tukar ringgit Malaysia juga tidak kondusif bagi harga CPO. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya menguat 0,48% terhadap dolar AS.
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Saat mata uang Negeri Harimau Malaya terapresiasi, maka CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah bisa bangkit berdiri atau justru turun lagi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih bertahan di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51.
RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Akan tetapi, RSI CPO belum jauh di atas 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Kemudian indikator Stochastic RSI ada di 42. Menghuni area jual (short).
Untuk perdagangan hari ini, ada peluang harga CPO bisa naik. Target resisten terdekat ada di rentang MYR 4.009-4.012/ton.
Jika terembus, maka target berikutnya ada di kisaran MYR 4.020-4.047/ton.
Lalu target support terdekat ada di MYR 3.954/ton. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga CPO ke level MYR 3.938-3.911/ton.
(aji)




























