BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim di Destinasi Wisata
Azura Yumna Ramadani Purnama
29 June 2025 08:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah tujuan wisata. Sebab, Indonesia bagian selatan, termasuk beberapa destinasi wisata utama diprakirakan mengalami peningkatan tutupan awan dan curah hujan.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan meskipun Indonesia telah memasuki periode musim kemarau, namun kondisi atmosfer yang masih labil menyebabkan sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir.
Ia menyebut bahwa musim kemarau tahun ini belum merata karena angin Monsun Australia, yang menjadi pendorong utama kemarau masih relatif lemah. Selain itu, suhu muka laut yang lebih hangat dari normal di selatan Indonesia turut mendorong potensi pertumbuhan awan konvektif, yang berpotensi menghasilkan hujan deras meskipun secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau.
“Seharusnya, pada periode Maret hingga Mei angin Monsun Australia sudah dominan membawa massa udara kering dari selatan. Namun tahun ini, kekuatannya tertahan, sehingga sistem atmosfer skala mingguan seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin masih aktif dan turut mendorong pembentukan awan-awan hujan,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (29/6/2025).
Dengan begitu, lanjut dia, dalam sepekan ke depan sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan berpotensi mengalami peningkatan tutupan awan dan curah hujan. Hal itu, diprediksi olehnya terjadi di Jawa bagian tengah dan timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan.































