Logo Bloomberg Technoz

Puncak Kemarau RI Diramal Agustus 2026, El Nino hingga Awal 2027

Dinda Decembria
14 June 2026 13:00

Petugas memantau monitor citra satelit cuaca el nino di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas memantau monitor citra satelit cuaca el nino di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada hampir separuh wilayah Indonesia sehingga memerlukan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, mulai dari pangan, sumber daya air, energi hingga kesehatan masyarakat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan puncak kemarau pada Juli diperkirakan terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26% luas daratan Indonesia.


Jumlah tersebut meningkat signifikan pada Agustus menjadi 369 ZOM atau 48,84% luas daratan sebelum berkurang menjadi 169 ZOM atau 25,41% luas daratan pada September.

"Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, dan Papua bagian timur," ujar Faisal dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (14/6).

Ladang padi kering saat musim kemarau di Subang, Jawa Barat, Sabtu (29/7/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)