“Jadi ini bukan buat menakut-nakuti, tapi harus waspada wajib. Karena kita sudah pernah mengelewati pengalaman seperti ini, maka waspada itu wajib,” kata Hasan kepada awak media, di kantornya, Selasa (03/06/2025).
Meskipun begitu, kata dia, pemerintah menerima informasi pertumbuhan angka positif di Indonesia. Akan tetapi, dia mengklaim, angka tersebut masih sangat rendah dibandingkan yang terjadi di sejumlah negara tetangga.
“Di negara kita juga ditemukan beberapa kasus positif. Yang tertinggi mungkin minggu ke-19 kemarin 3,68% positivity rate-nya. Jadi kalau dari 100 orang diuji spesimennya, ada 3,68 atau hampir 4 orang yang terindikasi positif. Ini bentuk kewaspadaan,” ujar Hasan.
Adapun, berdasarkan data Kemenkes pada periode 25-31 Mei 2025 terdapat 7 kasus baru Covid-19 yang tercatat, angka tersebut setara dengan persentase positivity rate 2,05%. Menurut Kemenkes, hal tersebut berarti dari 100 orang yang diperiksa terdapat 2 orang yang hasilnya positif COVID-19.
“Sehingga ditotal ada 72 kasus sepanjang 2025,” kata Juru Bicara Kemenkes Widyawati kepada Bloomberg Technoz, Selasa (3/6/2025). “Varian ini tidak membuat keparahan dan kematian,” kata dia.
(azr/frg)






























