Logo Bloomberg Technoz

Kalangan Bisnis Makin Familiar Gunakan Teknologi AI

Pramesti Regita Cindy
05 March 2025 21:00

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Studi terbaru dari Accenture--perusahaan jasa layanan IT dan konsultasi manajemen--mengungkap perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik semakin mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan bisnis mereka. 

Sebanyak 9 dari 10 organisasi di kawasan ini berencana untuk mengimplementasikan model agen AI dalam tiga tahun ke depan. Namun, hanya 1% perusahaan yang menyatakan telah sepenuhnya siap dalam mengantisipasi dan memitigasi risiko AI, seperti kepatuhan, privasi, dan keamanan data.

NG Wee Wei, Senior Managing Director dan Southeast Asia Market Unit Lead Accenture, menegaskan era di mana AI bertanggung jawab hanya dianggap sebagai kepatuhan telah berakhir. Kini, AI yang bertanggung jawab menjadi prioritas strategis bagi bisnis, terutama di tengah perkembangan regulasi AI di berbagai negara Asia Tenggara.


"Namun, tantangan tetap ada-risiko AI meningkat, peraturan terus berkembang, dan rantai nilai AI yang semakin kompleks. Hal ini juga terlihat dari hasil survei yang menyatakan 69% eksekutif Asia Tenggara percaya bahwa membuka potensi penuh AI hanya dapat dilakukan jika dibangun di atas fondasi kepercayaan," jelas Wei dalam keterangannya, Rabu (5/3/2025). 

Untuk diketahui, dalam laporannya, Accenture menyoroti sebanyak 48% perusahaan di Asia Pasifik melihat AI yang bertanggung jawab sebagai alat strategis untuk pertumbuhan pendapatan. Namun, terdapat ketimpangan antara kematangan organisasi (73%) dan kematangan operasional (35%), yang menunjukkan banyaknya perusahaan masih belum optimal dalam menerapkan AI yang aman dan etis.