Logo Bloomberg Technoz

Sebelum menjabat sebagai duta besar, Rudd membuat sejumlah pernyataan yang sangat kritis tentang Trump saat mengomentari politik AS. Dia menyebut mantan presiden itu sebagai "pengkhianat Barat" dalam sebuah unggahan di media sosial pada Februari 2022 dan dua tahun sebelumnya, ketika Trump masih menjabat di Gedung Putih, Rudd menggambarkannya sebagai "presiden yang paling merusak dalam sejarah."

Pemerintah Australia telah mempertahankan posisi Rudd sebagai duta besar menyusul komentar mantan presiden tersebut. Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan bahwa Rudd akan tetap menduduki jabatannya jika Trump kembali menjabat sebagai presiden.

"Pengalaman dan keahliannya berarti dia akan dapat bekerja sama dengan siapa pun yang dipilih oleh rakyat Amerika," katanya.

(bbn)

No more pages