Logo Bloomberg Technoz

Kerap Bicara Soal Resesi, Sri Mulyani: Bukan Menakuti Masyarakat

Krizia Putri Kinanti
28 February 2023 12:21

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani. (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kabar buruk tentang ekonomi dunia yang kerap disampaikan oleh pemerintah adalah sebagai bentuk waspada dan bukan semata-mata ingin menakut-nakuti masyarakat.

"Kami menyampaikan kepada masyarakat dan pelaku ekonomi bahwa dunia tidak baik-baik saja, itu tidak menakut-nakuti. Itu responsibility kita harus hati-hati, bukan harus takut," kata Sri Mulyani Selasa (28/2/2023).

Ia mengatakan secara realitas, kondisi perekonomian dunia sepanjang 2022 sangat berat. Apalagi hingga saat ini perang Rusia-Ukraina belum menemui titik terang kapan berakhirnya.

"2022 was not an easy year, Bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan berkali-kali, tentu sumber beliau tidak hanya Menkeu, waktu harga minyak US$126 per barel, dan Indonesia terpaksa menaikkan harga BBM 30%," imbuhnya.

Meski demikian Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih optimis jika ekonomi Indonesia akan membaik. Hal ini terlihat dari investasi yang tumbuh hampir 5%, ekspor yang tinggi dan peluang investasi di RI yang masih terbuka.