Sri Mulyani: Disiplin Fiskal Tak Cukup Tanpa Reformasi Struktural
Pramesti Regita Cindy
25 February 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menilai reformasi struktural menjadi elemen penting dalam menjaga disiplin fiskal, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dalam penjelasannya, Sri Mulyani mengungkapkan Indonesia secara konsisten menjaga menjaga defisit anggaran negara tidak melebihi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio utang di bawah 60% dari PDB sejak pasca-krisis finansial Asia. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Banyak negara telah meninggalkan batasan ini, tetapi pengalaman sejarah menunjukkan bahwa negara yang mengabaikan disiplin fiskal pada akhirnya menghadapi kesulitan," kata Sri Mulyani dalam acara Oxford Policy Pod, dikutip Rabu (25/2/2026).
Meski demikian, ia menekankan disiplin fiskal hanya merupakan syarat yang perlu, bukan syarat yang cukup untuk mencapai kemajuan ekonomi.
Pemerintah, menurutnya tetap harus melakukan berbagai reformasi struktural, termasuk meningkatkan daya saing, memperbaiki sistem hukum, serta menciptakan iklim investasi yang sehat.



























