Logo Bloomberg Technoz

Belanja Negara Dikebut 3 Bulan, Sri Mulyani Yakin APBN Defisit

Sultan Ibnu Affan
06 November 2023 16:48

Menkeu Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Konferensi Pers PDB Kuartal III 2023 serta Stimulus Fiskal. (Bloomberg Technoz)
Menkeu Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Konferensi Pers PDB Kuartal III 2023 serta Stimulus Fiskal. (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) pada kuartal III-2023. Ini menjadi salah satu penyebab ekonomi melambat.

Ekonomi Indonesia tumbuh 4,94% year-on-year (yoy) pada kuartal III-2023. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,17% dan menjadi yang terendah sejak kuartal II-2021.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat kontraksi 3,76%. Jauh memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 10,62%.

Sumber: BPS

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan memang biasanya sampai kuartal III belanja pemerintah belum maksimal. "Biasanya nanti baru realisasi pada kuartal IV," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/11/2023).

Sebagai informasi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 masih membukukan surplus hingga September. Belanja negara masih terus tumbuh di bawah penerimaan.