Meski demikian, dia mengklaim PDIP tak pernah antipati terhadap Jokowi usai berupaya menambah satu periode jabatan presidennya. Hal ini terbukti dengan keputusan PDIP tetap memberikan restu, mengusung dan memenangkan keluarga Jokowi, Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan; dan Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo.
Isu renggangnya Jokowi dan PDIP semakin nampak menjelang masa pendaftaran capres-cawapres untuk Pemilu 2024. Presiden Jokowi kerap memberikan dukungan dan mengarahkan pengaruhnya bagi Prabowo Subianto; padahal PDIP sudah resmi mengusung Ganjar Pranowo sejak 21 April 2023.
Belakangan, PDIP semakin tersinggung usai Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi Pasal 169 huruf q UU Pemilu. Pasal tersebut kemudian menjadi karpet merah bagi Gibran menjadi cawapres untuk Pemilu 2024.
Hari ini, Gibran pun melenggang ke KPU sebagai cawapres Koalisi Indonesia Maju untuk mendampingi Prabowo. Padahal, putra sulung Jokowi tersebut masih berstatus kader PDIP.
“Status Gibran anak Jokowi. Soal status mereka diserahkan ke DPP dan Ketua Umum PDI Perjuangan," kata Adian. "Bagaimana Jokowi nggak saya pikirkan."
(ibn/frg)





























