Logo Bloomberg Technoz

Bencana Iklim, IMF Sebut Asean Rugi Rp1,53 Kuadriliun per Tahun

Sultan Ibnu Affan
07 September 2023 12:34

Managing Director IMF Kristalina Georgieva (Sumber: Bloomberg)
Managing Director IMF Kristalina Georgieva (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperingatkan Asean rawan menderita kerugian ekonomi rata-rata US$100 miliar (sekitar Rp1,53 kuadriliun) per tahun akibat krisis iklim dan bencana pangan yang tidak tertangani dengan baik.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengatakan institusinya menaruh perhatian spesifik terhadap dampak perubahan iklim yang membahayakan stabilitas makroekonomi dan keuangan di Asia Tenggara.

“Kami memperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana di Asean rata-rata sekitar US$100 miliar per tahun dan lebih signifikan lagi jika kita melihat ke masa depan. Terlebih, negara-negara Asean memiliki 190 juta orang yang –jika saya bandingkan– ini setara dengan gabungan penduduk Jerman, Italia, dan Spanyol. Ini juga merupakan 60% dari PDB [global]. Ini yang berisiko,” ujarnya di sela Indonesian Sustainability Forum (ISF), Kamis (7/9/2023).

Dia mengatakan suhu udara di Asean meningkat dua kali lebih cepat dari rerata global, yang berujung pada kerapnya kejadian cuaca ekstrem khususnya di Myanmar, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Indonesia pun masuk dalam 10 besar indeks risiko iklim global.

“Tidak jauh dari itu Indonesia terkena dampak parah dari bencana alam kenaikan permukaan air laut. Kita tahu bahwa [terganggunya habitat] satwa liar dan kebakaran hutan merupakan ancaman yang makin dramatis saat suhu naik. Tentu saja, selain kerugian fisik, kita juga harus menanggung kerugian manusia, penderitaan orang-orang yang menghancurkan penghidupan ratusan juta orang,” paparnya. 

Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva (Sumber: Twitter @KGeorgieva)