Logo Bloomberg Technoz

Kasus ISPA di Wilayah Karhutla November Tembus 425 Ribu

Dinda D
06 November 2026 15:30

Pemeriksaan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemeriksaan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah kumulatif kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 425.167 kasus hingga 5 November 2026. Angka tersebut bertambah 3.518 kasus dibandingkan dengan laporan sehari sebelumnya.

Berdasarkan data Kemenkes yang diperbarui pada 5 November 2026 pukul 17.00 WIB, penambahan kasus ISPA pada 4 November tercatat sebanyak 3.436 kasus. Dengan demikian, penambahan kasus pada 5 November lebih tinggi dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Secara keseluruhan, kasus ISPA tersebut tersebar di tujuh provinsi yang terdampak karhutla. Kemenkes juga mencatat sejumlah kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi tersebut.


Balita berusia 0-5 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 95.627 kasus. Disusul anak-anak usia 6-9 tahun sebanyak 88.391 kasus dan lanjut usia di atas 60 tahun sebanyak 56.462 kasus.

Sementara itu, kasus ISPA pada pekerja luar ruangan tercatat sebanyak 9.332 kasus. Adapun penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mencapai 1.747 kasus, sedangkan ibu hamil tercatat sebanyak 682 kasus.