Saham-saham unggulan LQ45 terjerumus di teritori negatif, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) ambles 6,91%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) jatuh 6,81%. PT XLSmart Tbk (EXCL) tertekan 6,62%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 6,59%.
Sejumlah saham-saham LQ45 lainnya juga jadi pemberat IHSG ialah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) ambles 6,36%, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) drop 5,81%, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) anjlok 5,22%.
Panin Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 1,97% di level 4.931 pada Sesi I sejalan dengan Bursa AS yang ditutup melemah seiring Investor yang khawatir terhadap kemenangan Demokrat di Senat dan House of Representatives (DPR) dapat berdampak terhadap perlambatan untuk pembangunan data center.
Patut dicermati, Demokrat telah mengumumkan secara publik terkait potensi pembatasan perkembangan AI yang termasuk outright ban atau pelarangan total yang dapat berdampak potensi kalahnya kompetisi AI dengan China.
“IHSG dibuka melemah dan tetap berada di zona merah hingga penutupan. Pelemahan Bursa sejalan dengan pelemahan broad market regional dan global,” terang Panin Sekuritas per siang hari ini menyoal penyebab IHSG melemah.
Terlebih lagi, kembali meningkatnya harga minyak yang mengakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah, turut jadi pemberat. Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia pada Oktober 2026 tercatat menguat menjadi US$146,8 miliar (dari yang sebelumnya: US$146,3 miliar).
(fad)



























