Logo Bloomberg Technoz

Credit Default Swap (CDS) yang jadi indikator premi risiko kembali landai ke 100,24, meski belum sepenuhnya reda dan kembali ke posisi awal September lalu. Investor terlihat masih mengakumulasi obligasi Indonesia berdenominasi dolar AS

Dengan beberapa faktor dan sentimen yang ada, rupiah diperkirakan konsolidasi dengan bias menguat di kisaran Rp18.120-18.170/US$. Jika kinerja pertumbuhan ekonomi melampaui ekspektasi pelaku pasar, rupiah berpotensi menguat ke bawah Rp18.100/US$. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 5 November 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, nilai tukar rupiah berpotensi rebound dan bangkit hari ini, setelah tekanan di pasar mulai sedikit mereda saat penutupan perdagangan kemarin. Adapun rupiah berpotensi menguat menuju resistance terdekat di level Rp18.150/US$. Resistance potensial selanjutnya hingga Rp18.100/US$, dan juga kembali menembus Rp18.000/US$ sebagai level paling optimistis.

Bila melemah, maka nilai tukar rupiah memiliki level support psikologis tepat di Rp18.200/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi support selanjutnya di level Rp18.300/US$, yang makin menjauhi sMA-50, dan sMA-100.

(riset/aji)

No more pages