Logo Bloomberg Technoz

45 Ribu Investor 'Nyangkut' di Saham SRIL, Ada Lo Kheng Hong

Muhammad Julian Fadli
04 November 2026 16:40

Sejarah Sritex: Dari Pasar Klewer ke Raksasa Tekstil, Lalu Pailit (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Sejarah Sritex: Dari Pasar Klewer ke Raksasa Tekstil, Lalu Pailit (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemegang saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berisiko gigit jari. Sebab, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan kembali potensi penghapusan atau delisting saham terhadap sejumlah perusahaan tercatat, yang salah satunya emiten tekstil tersebut.

Adapun penghapusan pencatatan saham secara efektif dijadwalkan pada 10 November 2026, nantinya sejumlah saham publik pun bakal terhapus. Berdasarkan data bulanan laporan pemegang efek kepemilikan, saham SRIL turut digenggam publik sebanyak 8.379.335.768 saham.

Ini setara dengan 40,97% dari total jumlah saham yang disetor perusahaan, yang terdiri dari 45.863 jumlah pemegang saham (investor). Sementara itu, sebanyak 59,03% dikuasai oleh PT Huddleston Indonesia, sebagai pemegang saham terbesar.


Berdasarkan data Bloomberg, di antara 8,37 miliar saham tersebut terdapat kepemilikan atas nama langsung Drs Lo Kheng Hong dengan jumlah saham mencapai 209.339.500 saham yang setara dengan 1,02%.

Jika diperhitungkan di atas kertas, mengacu harga saham SRIL sebelum disuspensi oleh BEI di level Rp146/saham, maka nilai portofolio investasi milik Lo Kheng Hong di saham Sritex tercatat bernilai Rp30,56 miliar hingga mencapai Rp31 miliar.