Hong menjelaskan, insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas dan berfungsi membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Dengan penggunaan insulin sesuai anjuran medis, glukosa dalam darah dapat masuk ke sel sehingga kadar gula berangsur turun.
Selain memastikan penggunaannya sesuai petunjuk dokter, kondisi insulin juga perlu diperhatikan. Insulin yang terpapar suhu panas berlebihan dapat mengalami penurunan efektivitas. Karena itu, penyimpanannya perlu mengikuti petunjuk yang berlaku.
2. Minum Obat Diabetes Sesuai Jadwal
Obat diabetes perlu dikonsumsi secara teratur sesuai resep dokter. Jika ada dosis yang terlewat, kadar gula darah dapat meningkat.
Menurut Hong, kadar gula biasanya dapat kembali turun setelah obat dikonsumsi sesuai jadwal. Namun, prosesnya tidak selalu berlangsung secepat penggunaan insulin. Beberapa obat, seperti metformin, membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja.
Penggunaan obat diabetes juga tidak dianjurkan hanya ketika kadar gula darah sedang naik. Tetap ikuti jadwal dan dosis yang telah ditentukan dokter, serta jangan menambah dosis sendiri untuk mempercepat penurunan gula darah.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Mencukupi kebutuhan cairan juga dapat membantu tubuh mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Dokter spesialis endokrinologi Lorena Wright menyarankan untuk mengutamakan air putih dibandingkan jus atau minuman manis.
Ketika kadar gula darah meningkat, ginjal akan berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses tersebut membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga risiko dehidrasi ikut meningkat.
Minum air putih membantu mengganti cairan yang hilang sekaligus mendukung ginjal membuang kelebihan gula melalui urine. Sebaliknya, minuman manis justru dapat menambah asupan gula.
4. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, cara ini perlu memperhatikan kondisi tubuh dan kadar insulin.
Jika tubuh memiliki insulin yang cukup serta tidak mengalami gejala berat seperti mual atau muntah, aktivitas seperti berjalan kaki dapat menjadi pilihan. Hong menyebutkan, jalan kaki dengan intensitas sedang selama sekitar 20 menit setelah makan dapat membantu menurunkan kadar gula darah hingga 20–30 persen.
Saat bergerak, otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Hal ini membantu mengurangi jumlah gula yang beredar di dalam darah.
Meski begitu, olahraga tidak dianjurkan jika muncul gejala yang mengarah pada ketoasidosis, seperti mual hebat, muntah, atau nyeri perut. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis, bukan aktivitas fisik.
Selain memeriksa kadar gula menggunakan alat pengukur, tubuh juga dapat menunjukkan sejumlah tanda ketika gula darah meningkat. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain sebagai berikut.
Kenali Gejala Gula Darah Tinggi
-
Sering buang air kecil.
-
Merasa haus berlebihan.
-
Pusing.
-
Kesemutan pada tangan.
-
Tubuh mudah lelah.
-
Penglihatan kabur.
-
Mual, muntah, atau nyeri perut.
Menurunkan kadar gula darah saat meningkat memang penting, tetapi pengelolaan diabetes tidak berhenti pada penanganan sesaat. Menjaga pola makan seimbang, mengonsumsi obat sesuai anjuran, rutin beraktivitas fisik, serta memantau kadar gula darah dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.
(seo)






























