Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Apotek Desa Merah Putih memiliki visi mendekatkan akses obat dan alat kesehatan, menurunkan biaya kesehatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan hingga wilayah terpencil.
Salah satu kelompok masyarakat yang diharapkan terbantu adalah pasien penyakit kronis yang rutin menjalani Program Rujuk Balik (PRB) BPJS Kesehatan. Dengan adanya apotek di desa, mereka diharapkan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengambil obat yang dikonsumsi secara rutin.
Selain menyediakan obat-obatan, Apotek Desa Merah Putih juga diarahkan menjadi pusat informasi dan edukasi kesehatan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses pengobatan, tetapi juga informasi untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan.
Dari sisi ekonomi, keberadaan apotek ini juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga kesehatan. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru bagi apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, sekaligus mendorong mereka bekerja di daerah asalnya.
Sebelum peluncuran KDMP pada 21 Juli 2025, Kementerian Kesehatan telah mempercepat pembangunan infrastruktur Apotek Desa di 103 titik percontohan atau mockup di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan Kemenkes pada 15 Juli 2025.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan kepala desa untuk mempersiapkan operasional fasilitas tersebut. "Jadi ini nanti akan kami intensifkan komunikasi lagi dengan para kepala desa yang ada," ujar Budi dalam rapat finalisasi persiapan peresmian KDMP di Gedung Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
(dec/spt)






























