Ketidakpastian akibat pemerintahan yang terbelah di Washington mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Kontrak berjangka saham AS memperpanjang penurunan dan dolar melemah, sementara harga obligasi pemerintah AS menguat karena investor beralih ke aset yang lebih aman.
Dalam persaingan memperebutkan kursi Senat, Demokrat juga mencatat kemenangan yang membawa mereka semakin dekat untuk meraih mayoritas di majelis tinggi Kongres tersebut.
James Talarico dari Texas diproyeksikan mengalahkan kandidat Partai Republik Ken Paxton dalam persaingan Senat yang berlangsung ketat di negara bagian itu. Kemenangan tersebut akan menjadikannya anggota Partai Demokrat pertama yang memenangkan pemilihan tingkat negara bagian di Texas dalam sekitar tiga dekade. Perseteruan Trump dengan Senator John Cornyn, yang telah lama menjabat, berujung pada kekalahan Cornyn dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik dari Paxton. Banyak pihak menilai Paxton merupakan kandidat yang lebih lemah dalam pemilihan umum.
Kandidat Demokrat Annie Andrews juga diproyeksikan meraih kemenangan mengejutkan di South Carolina, negara bagian yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik, menurut Decision Desk HQ. Ia mengalahkan Darline Graham, saudara dari mendiang Senator Lindsey Graham. Darline Graham sebelumnya mengisi kursi tersebut untuk sementara, tetapi Trump mendesaknya untuk mencalonkan diri demi memperoleh masa jabatan penuh.
Demokrat Roy Cooper, mantan gubernur North Carolina, berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik Michael Whatley, menurut proyeksi Associated Press dan NBC News. Senator Jon Ossoff dari Georgia dan Chris Pappas dari New Hampshire juga diproyeksikan memenangkan persaingan mereka. Meski demikian, Demokrat harus mempertahankan kursi di Michigan dan Minnesota untuk menjaga peluang mereka merebut kendali Senat.
Di Georgia, Keisha Lance Bottoms diproyeksikan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur dalam sejarah AS sekaligus menjadi kandidat Demokrat pertama yang memenangkan pemilihan gubernur di negara bagian itu sejak 1998.
Peralihan kendali DPR, yang akan berlaku mulai 3 Januari, akan mengakhiri kemampuan Trump untuk meloloskan rancangan undang-undang hanya dengan dukungan Partai Republik. Namun, perubahan tersebut kemungkinan tidak akan menghasilkan banyak legislasi yang berhasil disahkan karena Trump tetap mengendalikan Gedung Putih dan telah berjanji menggunakan hak veto presiden.
Meski demikian, kemenangan ini akan memberi Demokrat kewenangan investigasi yang kuat. Mereka diperkirakan akan menggunakannya untuk menyelidiki presiden, pemerintahannya, keluarga, serta kepentingan bisnisnya. Kewenangan tersebut mencakup hak untuk menerbitkan surat panggilan (subpoena) dan memulai proses pemakzulan.
Dunia usaha sudah bersiap menghadapi gelombang penyelidikan. Demokrat diperkirakan akan menyoroti para pelaku sektor swasta yang dinilai memiliki hubungan terlalu dekat dengan pemerintahan Trump untuk mencari indikasi perlakuan khusus, mulai dari kemenangan dalam tender kontrak hingga persetujuan merger dan akuisisi. Kesepakatan yang melibatkan kepentingan bisnis dan keluarga presiden, serta sumbangan untuk proyek-proyek yang menjadi perhatian Trump—termasuk pembangunan ruang pesta baru di Gedung Putih—diperkirakan akan menjadi sasaran penyelidikan.
Trump, yang mengikuti hasil pemilu bersama para pejabat kabinet dan penasihatnya di Ruang Timur Gedung Putih, menunjukkan sikap menantang. Kepada CBS News sebelum hasil pemilu diumumkan, ia mengatakan akan menerima julukan “Mr. Veto” jika Demokrat mengambil alih kendali Kongres.
Gedung Putih juga menyalahkan para kandidat Partai Republik. Seorang pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan Trump telah melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mempromosikan para kandidat dibandingkan upaya mereka sendiri. Namun, presiden juga memilih sendiri banyak pejabat yang maju dalam persaingan ketat. Penunjukan tersebut dan perseteruan politiknya dengan sesama anggota Partai Republik turut menyebabkan beberapa kursi Senat menjadi kosong.
Demokrat berhasil mengatasi keunggulan dana kampanye Partai Republik yang cukup besar, serta upaya tidak biasa yang dilakukan sejumlah negara bagian pimpinan Partai Republik untuk mengubah batas-batas distrik pemilihan di tengah dekade demi menguntungkan kandidat partai tersebut. Demokrat melakukan langkah serupa, tetapi secara keseluruhan peta distrik hasil perubahan itu tetap lebih menguntungkan Partai Republik.
(bbn)




























