Kemudian bagi BRPT dengan ambang batas Rp1.290/saham, harga ditutup di bawah level tersebut pada 4-10 hari perdagangan, termasuk pada hari acuan final ketika sahamnya ambruk ke zona Auto Reject Bawah (ARB) di posisi Rp1.070/saham.
“Berdasarkan kondisi tersebut, probabilitas BRMS dikeluarkan dari indeks MSCI Standard diproyeksikan mencapai sekitar 90%. Untuk BRPT sekitar 40%,” sebut Mirae Asset Sekuritas.
Apabila kedua saham tersebut benar dikeluarkan, jumlah konstituen indeks MSCI Standard Cap Indonesia akan menyusut dari sembilan menjadi tersisa tujuh saham, sementara bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets diestimasikan kembali turun menjadi sekitar 0,39%.
Mirae Asset memperkirakan degradasi BRMS ke indeks Small Cap akan memicu arus dana keluar pasif mencapai Rp300 miliar, atau 1,1% dari kepemilikan asing. Sementara itu, penghapusan BRPT dari indeks MSCI diperkirakan akan menambah potensi arus dana keluar sebesar Rp900 miliar, atau 3,7% dari kepemilikan asing.
“Berdasarkan perhitungan kami, kapitalisasi pasar (market cap) indeks MSCI Indonesia akan turun 2,3% jika hanya BRMS yang dikeluarkan, dan mencapai 4,7% jika BRPT juga dihapus,” papar Mirae.
Dengan asumsi faktor lainnya tetap, bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets masing-masing akan berkurang 0,9 basis poin (bps) dan 1,9 bps.
Di tengah penantian hasil review, perhatian pasar juga tertuju pada quarterly index review menyoal konsultasi MSCI mengenai kemungkinan reklasifikasi status Indonesia menjadi Standalone Market, dari yang saat ini di Emerging Market.
MSCI masih membuka periode penyampaian masukan hingga 30 April 2027 dan akan mengambil keputusan paling lambat 30 Juni 2027. Sementara itu, review November diprediksi terbatas tidak akan banyak memberikan kejelasan terkait persoalan tersebut.
Dua saham yang disebut-sebut bakal terdepak dari MSCI Global Standard Index langsung turun tajam setelah pembukaan perdagangan hari ini. Saham BRMS masuk area ARB dengan penurunan 6,66% ke posisi Rp308/saham. Senasib, saham BRPT juga ARB selepas ambles 6,69% ke posisi terendah Rp975/saham.
(fad/aji)




























