Logo Bloomberg Technoz

Sekarang, risiko domestik bertambah setelah mencuatnya dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Faktor politik dan risiko tata kelola ini berpotensi meningkatkan premi risiko Indonesia dan membuat investor lebih berhati-hati. 

Sementara dari pasar obligasi global, prospek kemenangan Partai Demokrat di Amerika Serikat (AS) dalam pemilu kongres membuat indeks saham AS dan dolar melemah, tetapi membuat US Treasury menguat. Yield US Treasury turun ke 4,9% setelah susut 1,2 bps. 

Sebagian besar yield obligasi negara utama terangkat, seiring menguatnya US Treasury dan meningkatnya ekspektasi inflasi dan pengetatan suku bunga acuan lebih lama di tengah ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak. 

Yield obligasi di beberapa negara terkerek, di antaranya: Inggris (+6,9 bps) jadi 5,25%, Prancis naik 5,1 bps jadi 4,94%, Jerman 3,8 bps ke 3,32%. Begitu juga dengan JGB, atau obligasi Jepang naik 0,3 bps jadi 2,76%. 

Prospek kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela AS, juga berpotensi jadi katalis positif bagi pasar obligasi global. Kebuntuan politik di Washington diperkirakan bisa membatasi agenda fiskal Presiden Donald Trump, khususnya kebijakan soal pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah yang berpotensi memperlebar defisit anggaran. 

Kondisi itu meredakan sentimen investor terhadap naiknya pernerbitan utang pemerintah AS di tengah posisi utang yang sudah mencapai US$40 triliun. Sentimen ini tercermin dari turunnya yield US Treasury lantaran permintaan terhadap aset pendapatan tetap meningkat. 

Namun sentimen positif aset obligasi global belum sepenuhnya merembet ke pasar domestik. Yield tenor acuan 10 tahun masih berada 7,73%. Pergerakan yield tenor acuan ini mendekati posisi tertingginya yang tercipta pada 2020 yaitu 7,9%. 

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, per 2 November pasar obligasi telah dilepas investor sebanyak US$194,1 juta secara harian. Jika menggunakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Rp18.148/US$, arus modal keluar itu setara dengan Rp3,52 triliun. 

(dsp/aji)

No more pages